Hijrah Itu Tidak Sulit


Hijrah itu tidak sulit. Hanya butuh niat dan tindakan untuk melakukannya. Tahap berhijrah dari yang belum berhijab sampai sekarang pasti ada saja cacian, makian, hinaan, bahkan dijauhi oleh teman lama karena mungkin menurut mereka kita tak lagi berada di dunia mereka.

Semua orang pasti mengalami fase di mana ada sikon yang membuat mereka down, itu adalah rintangan yang menguji kesabaran dan keimanan. Yah, aku juga mengalaminya. Kedilemaan akan sesuatu hal pun dialami. Setiap kali berhijrah, harus merelakan apa yang memang tidak lagi harus dipertahankan dan tidak baik untuk ke depannya.

Orang lain kadang hanya melihat satu sisi tanpa melihat sisi lain. Mereka seringkali hanya melihat kita yang sekarang tanpa tahu proses apa yang kita lalui hingga bisa seperti sekarang. Itu tidak penting buat mereka, memang. Tapi lebih tidak penting lagi jika berpendapat yang sama sekali tidak pernah mereka ketahui.

Aku punya teman berbeda-beda, ada yang berhijab tapi masih pakai pakaian ketat, ada yang berhijab dengan melonggarkan pakaiannya, ada yang tak berhijab tapi sopan, ada yang tak berhijab dan pakaiannya sexy. Aku tidak pernah mencaci mereka, apalagi yang tadinya niat menasihati tapi malah terkesan sok tahu. Itu sebabnya, terkadang aku memilih mendoakan mereka yang terbaik. Hanya bersuara jika diminta. Daripada berdebat yang hanya berujung terlahir penyakit hati. Diam itu lebih baik.

Kondisi psikis orang itu berbeda-beda, ada yang mentalnya kuat mengalahkan baja (mungkin), ada pula yang mudah down. Butuh kata-kata yang pas untuk memberikan pendapat (tentu bukan sok tahu masalah seseorang kenapa belum berhijab, kenapa begini dan begitu). Apalagi jika kita memberikan nasihat yang menurut mereka itu hal sensitif.

Dunia ini sementara, memang. Itu sebabnya, bisa jadi hari ini, esok, lusa atau kapanpun itu, kita tiba-tiba pergi meninggalkannya. Lalu, bekal apa yang sudah kita punya? Itulah yang harus direnungkan sendiri. Tidak perlu merasa lebih paham akan sesuatu hal, apalagi merasa lebih tahu, kita semua sama-sama sudah dewasa. Jadi, berpikirlah sebagaimana mestinya.

Selamat hari Rabu. Jangan lupa nenuntut ilmu. Tinggalkan yang kurang baik dan fokuslah untuk pulang ke kampung halaman; akhirat.

Lampung, 03 Juni 2020
Ditulis oleh Irma Dewi Meilinda dalam keadaan sadar

0 Response to "Hijrah Itu Tidak Sulit"

Posting Komentar